BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Pendidikan penjas merupakan kegiatan yang baik dan bermanfaat bagi tubuh siswa-siswi. Akan tetapi, untuk melakukan kegiatan belajar olahraga atau pendidikan jasmani dan olahraga harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai, kecuali olahraga jogging/lari yang dapat dilakukan di jalan atau tempat yang lapang yang kondisinya tidak membahayakan. Olahraga-olahraga yang harus didukung dengan sarana dan prasarana yang memadai adalah olahraga sepak bola, bola voli, bola basket, renang, tolak peluru, lompat jauh, dll.
Dalam pengadaan sarana dan prasarana olahraga yang baik, harus memiliki perencanaan yang baik pula. Perencanaan sangat diperlukan untuk pencapaian tujuan yang maksimal. Perencanaan merupakan tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum melakukan usaha pencapaian tujuan yang telah ditentukan. Dalam merencanakan pengadaan sarana dan prasarana harus memperhatikan kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang ingin dibeli atau dibangun. Kualitas dan kuantitas sarana dan prasarana yang diinginkan harus didukung juga dengan dana yang cukup untuk membangunnya. Untuk menekan
besarnya dana yang dikeluarkan untuk pengadaan sarana, dapat juga didiskusikan untuk alat-alat yang harus dibeli dan alat-alat yang dapat dikembangkan sendiri.
B. Rumusan Masalah
Adapun rumusan masalah yang akan dibahas dalam pembuatan makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Apakah yang dimaksud dengan sarana dan prasarana ?
2. Apakah yang dimaksud dengan perencanaan?
C. Tujuan
Adapun tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini, yaitu sebagai berikut:
1. Memenuhi tugas yang diberikan pada mata kuliah Sarana dan Prasarana Olahraga.
2. Sebagai salah satu bentuk pengetahuan tentang Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan olahraga.
D. Manfaat
Adapun manfaat dari pembuatan dari makalah ini adalah sebagai berikut :
1. Memberikan pengetahuan kepada mahasiswa bagaimana mengetahui sarana dan prasarana pendidikan olahraga yang baik dengan merencanakan sebelumnya.
2. Memberikan ilmu pengetahuan tentang perencanaan sarana dan prasarana pendidikan olahraga bagi si pembaca.
BAB II
PEMBAHASAN
A . Pengertian Perencanaan Sarana dan Prasarana pendidikan Penjas
Secara umum, Perencanaan merupakan tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum melakukan usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan perencanaan sarana dan prasarana olahraga adalah tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum membangun sarana dan prasarana olahraga.
Dalam meningkatkan mutu pelayanan pendidikan yang meliputi tahapan-tahapan dalam manajemen sarana dan prasarana maka perencanaan merupakan langkah awal.Perencanaan adalah pemilihan dari sejumlah alternative tentang penepatan prosedur pencapaian tujuan tersebut. Yang di maksud sumber meliputi sumber daya manusia,material dan waktu. pendidikan Perencanaan pengadaan sarana maupun prasaranadi lakukan dengan memperhitungkan keadaan investaris pegawai yang ada, biaya. Dengan adanya perencanaan yang matang maka akan mengurangi kegagalan dalam mengintlementasikan di lapangan dan mengindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan.
Namun permasalahan yang sering dijumpai berkaitan dengan perencanaan kebutuhan barang dan pembangunan gedung sekolah adalah kurang jelasnnya suatu
rencana, apalagi berkaitan dengan dengan sumber dana, kadang tidak memperhitungkan dengan matang, misalnya tidak adanya prioritas pada kebutuhan, atau bahkan tidak sesuai kebutuhan. Perencanaan yang kurang matang dapat dilihat berdasarkan data yang dimiliki depdiknas (2004) 60% dari 170.000 gedung SD yang ada di seluruh tanah air dinyatakan rusak parah. Kerusakan itu disebabkan lantaran dibangun pada masa instruksi presiden sejak tahun 1984 karena usia bangunannya sudah tua termakan zaman dan rehabilitasi yang di lakukan oleh pemerintahan pusatdan daerah bersifat sementara sehingga setiap kali diperbaiki beberapa tahun kemudian rusak lagi karena tidak seluruh ruang perbaiki. Peran pemerintah untuk merehabilitasi bangunan yang rusak tidak sesuai dengan harapan karena minimnya dana dari APBD dan APBN. Oleh karena itu diperlukan perencanaan yang sistematis dan fleksibel, mendayagunakan segala sumber daya manusia dan didukung dengan biaya serta tenaga yang profesional.
Sarana prasarana banyak diartikan menurut beberapa sumber. Sarana adalah perlengkapan yang dapat dipindah-pindahkan untuk mendukung fungsi kegiatan dan satuan pendidikan, yang meliputi: peralatan, perabotan, media pendidikan dan buku ataupun media internet. Sarana adalah segala sesuatu yang dipakai sebagai alat dalam mencapai makana dan tujuan. Prasarana adalah segala sesuatu yang merupakan penunjang utama terselenggaranya suatu proses menurtut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Sarana prasarana adalah alat secara fisik untuk menyampaikan isi pembelajaran (Sagne dan Brigs dalam Latuheru, 1988:13). Dari berbagai definisi menurut para ahli dapat diartikan bahwa sarana prasarana adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk jenis bangunan ataupun lapangan beserta dengan perlengkapannya dan memenuhi persyaratan untuk pelaksanaan kegiatan. Sarana prasarana pendidikan jasmani adalah suatu bentuk permanen, baik itu ruangan di luar maupun di dalam. Contoh:, lapangan permainan, kolam renang, dsb. (Wirjasanto 1984:154). Pengertian sarana prasarana tidak seperti yang di atas, namun ada beberapa pengertian lain menurut sumber yang berbeda pula. Sarana prasarana olahraga adalah semua sarana prasarana olahraga yang meliputi semua lapangan dan bangunan olahraga beserta perkengkapannya untuk melaksanakan program kegiatan. Sarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olahraga siswa-siswi. Prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari tempat olahraga dalam bentuk bangunan di atasnya dan batas fisik yang statusnya jelas dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk pelaksanaan program kegiatan olahraga. Dari beberapa pengertian di atas dapat diartikan bahwa sarana prasarana pendidikan penjas adalah semua sumber daya pendukung olahraga yang meliputi semua lapangan dan bangunan olahraga beserta perkengkapannya untuk melaksanakan program kegiatan olahraga.
B. Tujuan Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Adalah demi menghindari terjadinya kesalahan dan kegagalan yang tidak diinginkan dan untuk meningkatkan efektifitas dan efesiensi dalam pelaksanaannya.Perencanaan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dilakukan berdasarkan analisis kebutuhan dan penetuan skala prioritas kegiatan untuk dilaksanakan yang disesuaikan dengan tersedianya dana dan tingkat kepentingan.
C. Manfaat Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Manfaat perencanaaan yaitu dapat membantu dalam menetukan tujuan, meletakkan dasar-dasar dan menetapkan langkah-langkah,menghilangkanketidakpastian,dapat dijadikan sebagai suatu pedoman atau dasar untuk melakukan pengawasan,pengendalian dan bahkan juga penilaian agar nantinya kegiatan berjalan dengan efektif dan efisien.
D. Cara Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Penjas yang Efektif
Kegiatan olahraga memerlukan ruang untuk bergerak. Kebutuhan ruang untuk bergerak itu ditentukan dengan standar ruang perorangan. Sarana prasarana olahraga paling sedikit atau minimal disesuaikan dengan kondisi masyarakat yang berolahraga itu sendiri. Sehingga kunci dan tujuan sarana prasarana adalah memberikan fasilitas berolahraga yang diharapkan dengan adanya sarana prasarana penunjang, sehingga kegiatan olahraga berjalan dengan baik. Dengan begitu masyarakat dapat menikmati olahraga dengan baik dan optimal. Dan Perencanaan yang efektif di dalam penyusunannya harus dilakukan melalui suatu rangkaian pertanyaan yang perlu dijawab engan memuaskan. Perencanaan sarana dan prasarana olahraga dapat dilakukan dengan cara 5W dan 1H, yaitu:
(WHAT) Kegiatan-kegiatan apa yang harus dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan yang telah ditetapkan?
(WHERE) Dimana kegiatan hendak dilakukan?
Pertanyaan ini mencakup tata ruang yang disusun,tempat yang akan digunakan,tempatpertumpuan alat-alat serta perlengkapan lainnya.
(WHEN) Bilamana kegiatan tersebut hendak dilaksanakan?Hal ini berarti harus tergambar system prioritas yang akan digunakan,penjadwalanwaktu,target,fase-fase tertentu yang akan dicapai serta hal-hal lain yang berhubungan faktor waktu.Rencana kebutuhan dibuat untuk jangka waktu pendek,menengah dan panjang.
Perencanaan jangka pendek, yaitu sebuah perencanaan yang dipersiapkan dengan tergesa-gesa dan mendadak kerena pentingnya dan waktu yang tersedia sengat sempit padahal kebutuhan sengat mendesak dan tiba-tiba.(biasanya waktunya kurang dari satu tahun).
Perencanaan jangka menengah,yaitu sebuah perencanaan yang dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu”pemasangan”(umumnya waktunya kurang lebih 5 tahun).
Perencanaan jangka panjang,yaitu yang membutuhkan waktu agak lama dalam pelaksanaanya(biasanya kurang lebih 10 tahun).
(HOW) Bagaimana cara melaksanakan kegiatan kearah tercapainya tujuan?
Yang di cakup oleh pertanyaan ini menyangkut systemkerja,standar yang harus dipenuhi,cara pembuatan dan penyimpaianlaporan,cara menyimpan dan mengolah dokumen-dokumen yang timbul sebagai akibat pelaksanaan.
(WHO) Pertanyaan siapa(?)berarti diketemukannya jawaban tentang personalia,tentang pembagian tugas,wewenang dan tanggung jawab.Harus terjawab pula pertanyaan yang menyangkut hubungan birarki antara orang-orang serta syarat-syarat yang harus dipenuhi,baik oleh golongan pimpinan dalam berbagai tingkat maupun bagi para pelaksana.Juga perlu ditegaskan kebijaksanaan yang ditempuh dalam pengadaan tenaga,penempatannya,pembiayaannya,pengupahan dan
penggajiannya,pemberhentiannya,pemecatannya,dan
pemensiunnya.
(WHY) Secara filosofis,pertanyaan yang terpenting diantara rangkaian pertnyaan ini ialah pertanyaan”Mengapa”karena pertanyaan ini ditujukan kepada kelima pertanyaan yang mendahuluinya.
Dalam menyusun perencanaan hendaknya diperhatikan juga perencanaan biaya dan pegawai yang ada disamping kekhususan tugas yang ada.
E. Persyaratan yang harus diperhatikan dalam Perencanaan Sarana dan Prasarana pendidikan.
1. Perencanaan pengadaan barang harus dipandang sebagai bagian integral dari usaha peningkatan kualitas proses belajar mengajar.
2. Perencanaan harus jelas.Kerjelasan suatu rencana dapat dilihat pada:
a. Tujuan dan sasaran atau target yang harus dicapai.Peyusunan perkiraan biaya/ harga keperluan pengadaan.
b.Jenis dan bentuk tindakan/kegiatan yang akan dilaksanakan.
c. Petugas pelaksanaan,missal:guru,karyawan.
d. Bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
e. Kapan dan dimana kegiatan dilaksanakan.
f. Bahwa suatu perencanaan yang baik harus realistis yaitu dapat dilaksanakan dengan jelas, terprogram, sistematis, sederhana, fleksibel, dan dapat dilaksanakan.
3. Rencana harus sistematis dan terpadu.
4. Rencana harus menunjukkan unsure-unsur insane yang baik ataupun non insane sebagai komponen-komponen yang berhubungan satu sama lainnya bekerja sama menuju tercapainya tujuan, target, kesesuaian yang harus di tetapkan sebelumnya.
e. Memiliki struktur berdasaarkan analisis.
f. Berdasaarkanstas kesepakatan dan keputusan persama pihak perencana
g. Fleksibel dan dapat menyesuaikan dengan keadaan, perubahan, situasi dan kondisi yang tidak di sangka-sangka.
h. Dapat melaksanakan dan berkelanjutan.
i. Menunjukan skala proritas
j. Mengadakan sarana pendidikan yang disesuaiakn dengan plafon anggaran.
k. Mengacu dan berpedoman pada kebutyhan dan tujuan yang logis.
l. Dapat di dasarkan pada jangka pendek ( 1tahun). Jangkah menenga(4-5 tahun),jangka panjang(10-15 tahun).
F. Prosedur Perencanaan Sarana dan Prasarana Pendidikan
Terdapat beberapa beberapa prosedur dalam perencanaan sarana dan prasarana pendidikan. Untuk perencanaan sarana prasarana dan prasarana di sekolah dilakukan melalui tahap sebagai berikut;
(1) menganalisis kebutuhan.
(2) Mengiventarisasi sarana dan prasarana yang ada.
(3) Mengadan seleksi.
(4) Menyediakan dana,
(5) Pemberian wewenang untuk melaksanakan tugas penyediaan sarana dan prasarana.
1. Menganalisis kebutuhan sekolah.
1) Penyusunan rencana kebutuhan barang di sekolah umunya didasarkan pada hal-hal sebagai berikut;
a) Adanya kebutuhan sesuai dengan perkembangan skolah.
b) Adanya barang-barang yang rusak,di hapuskan, hilang atau sebab lain yang dapat di pertanggunjawabkan sehingga memerlukan pergantian.
c) Adanya kebutuhan barang yang di rasakan pada jatah perorangan jika terjadi mutasi guru atau pegawai sehingga turut mempengaruhi kebutuhan barang.
d) Adanya tingkat persediaan barang untuk setiap barang untuk setiap tahun anggaran mendatang.
Contoh;
Perencanaan kebutuhan barang di suatu sekolah Sekolah A dilaksanakan sebagai berikut;
Kepalah sekolah merencanakan kebutuhan barang untuk untuk subsidi atau bantuan pembiayaan penyelanggaraan sekolah yang akan di terima pada tahun anggaran mendatan.Misal ; akan mengusulkan buku dan alat peraga /peraktek. Dalam memilih judul buku dan nama alat peraga atau praktek yang dapat di usulkan untuk di beli. Kepalah sekolah harus menyesuaikan dengan daftar buku atau alat praga praktik yang telah di sahkan penggunaanya oleh Direktur Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah Depertemen Pendidikan Nasional
Dalam hal perencanaan kebutuhan barang yang tak dapat di penuhi melalui sumber subsidi atau bantuaan. Kepalah sekolah bersangkutan menyusun suatu standar kebutuhan barang yang di sampaikan kepada kepala dinas pendidikan kabupaten/kota atau inpeksikecematan atau pengawas TK/SD.
Bupati atau Walikota KDH Tingkat ll dalam hal ini diwakili oleh kepalah Dinas Pendidikan Dati ll meneliti daftar kebutuhan barang tersebut serta Dinas pendidikan memilih dan menetukan komponen mana yang akan di usulkan melalui APBD Tingkat ll. Usulan tersebut di teruskan kepada Gubernur KDH Tingkat l dalam hal ini di wakilih oleh kepala Dinas Pendidikan Dati I.
Berdasarkan usulan pengadaan barang dari Dinas Pendidikan Dati II Kepala Dinas pendidikan Dati II Kepala Dinas Dati I merencanakan kebutuhan barang untuk 1(satu) tahun anggaran berdasarkan anggaran yang tersedia melalui APBD tingkat I.
2) Jangka waktu perencanaan
Waktu yang tepat untuk melakukan perencanaan, yaitu;
a) Dalam situasi yang tidak mendadak.
b) Ada uang dan cukup.
c) Disesuaikan dengan kebutuhan.
3) Rencana kebutuhan dibuat sebagai berikut;
a) Perencanaan jangka pendek, yaitu sebuah perencanaan yang di persiapkan dengan tegesah-gesah dan mendadak karena kepentingan dan waktu yang tersedia sangat sempit padahal kebutuhan sangat mendesak dan tibah-tibah (biasanya waktunya kurang dari satu tahun).
b) Perencanaan jangkah menengah, yaitu sebuah perencanaan yang dalam pelaksanaannya membutuhkan waktu “pemasangan” (umumnya kurun waktuh kurang lebih 5 tahun).
c) Perencanaan jangkah panjang ,yaitu perencanaan yang membutuhkan waktu agak lama dalam pelaksanaanya (biasanya kurang lebih 10 tahun)
1. Inventarisasi barang
Setelah melakukan analisis kebutuhan dilakukan pengurusan penyelanggaraan, pengaturan dan pencatatan barang-barang milik sekolah kedalam suatu daftar inventaris secara teratur dan menurut ketentuan yang berlaku.
2. Mengadakan Seleksi
Dalam tahapan mengadakan seleksi, perencanaan sarana dan prasarana meliputi;
1) Menyusun Konsep Program
Prinsip dalam penyusunan program;
a) Ada penanggung jawab untuk memimpin plaksanaan program;
b) Ada kegiatan konkrit yang di lakukan;
c) Ada sasaran (target)terukur yang ingin dicapai;
d) Ada waktu yang selesai pasti;
e) Ada lokasi angaran yang pasti untuk melaksanakan program;
Kelima prinsip di atas ini merupakan kesatuan penyusunan program guna mencapai tujuan.
2) Pendataan
a) Pendataan barang, hal-hal yang perlu di prhatikan dalam pendataan barang.
(1) Jenis barang
- Terbuat dari kayu
- Terbuat dari besi
- Terbuat dari kertas
- Barang-barang mewah
- Barang-barang elektronik
(2) Jumlah barang
Jumlah barang harus ditulis
Contoh :
- Jumlah barang yang terbuat dari kayu berapa harganya
- Jumlah barang yang terbuat dari besi berapa harganya
- Jumlah barang yang hilang
(3) Kondisi barang (kualitas)barang
Rusak ringan, rusak berat atau barang yang layak pakai atau barang yang tidak layak pakai.
3. Pendanaan
pendanaan untuk pengadaan memelihara,penghapusan,dll di bebankan dari APBN /APBDN,dan bantuan dari BP3 atau komite sekolah.Adapun perencanaan anggaran di laksanakan dalam jangka pendek ,jangkah menengah dan jangkah panjang .Fungsi perencanaan pengajaran untuk memutuskan rincian menurut standard yang berlaku terhadap jumlah danah yang telah di tetapkan sehingga dapat menghindari keborosan.
4. Kewenangan
sejarah engan semangat otonomi dalam perencanaan sarana dan prasarana pendidikan di lakukan oleh penyelenggarah pendidikan beserta jajaranya.
G. Perencanaan, Pemeliharaan, dan Pengembangan
Dalam menghadapi tugas ini disarankan menempuh langkah-langkah sebagai berikut
a. Masalah dasar-dasar pengajaran dan penentuan jenis program pengajaran dan perencanaan fasilitas bangunannya
b. Membentuk panitia untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan khusus yang bertalian dengan bangunan dan dipergunakan sebagai model atau contoh
c. Mengatur kunjungan sekolah-sekolah yang dipergunakan sebagai model atau contoh
d. Mempelajari gambar-gambar contoh bangunan sekolah dan perlengkapannya baik yang diproyeksikan maupun gambar biasa
Ada beberapa aspek yang berkaitan dengan perencanaan dan pemeliharaan bangunan sekolah dan perlengkapan:
a. Perluasan bangunan yang sudah ada
Pada bangunan sekolah yang sudah ada sering kali diperlukan tambahan bangunan seperti ruang kelas baru dan perlengkapan. Dalam masa kerjanya kepala sekolah tentu pernah menghadapi masalah seperti diatas, apabila tuntutan-tuntutan yang berasal dari perkembangan pendidikan semakin cepat dan mendesak baik yang bertalian dengan kualitas maupun kuantitas. Keadaan pekerja akan menentukan lamanya waktu dan besarnya tenaga yang dibutuhkan untuk mempelajari kebutuhan-kebutuhan dan mengidentifikasinya dengan tepat.
Sudah tentu guru-guru dan para orangtua murid diikutsertakan dalam melakukan perencanaan mengenai penambahan-penambahan dan perombakan bangunan atau ruang kelas baru yang sudah ada atau merencanakan bangunan baru dan saran-saran yang mereka kemukakan ditampung dan dipertimbangkan. Segala bahan penting yang diperlukan harus dikumpulkan supaya dapat menyampaikan rekomendasi yang tepat dan masuk akal baik kepada pemerintah maupun kepada mayarakat. Langkah-langkah yang disarankan terdahulu dapat juga ditempuh jika penambahan bangunan itu agak besar penambahan yang ruang kelas baru umumnya didasakan pada alasan daya tampung yang kurang,sedangkan lahan kosong siap dibangun
b. Rencana rehabilitasi
Dengan melakukan survey terhadap bangunan dan perlengkapan yang sudah ada dan mencatat secara terperinci perbaikan-perbaikan yang diperlukan, kepala sekolah dengan stafnya dapat mengusulkan perbaikan-perbaikan untuk kepentingan efektivitas pelaksanaan program sekolah.
Perbaikan-perbaikan ini diantaranya mencakup mengecat dan melabur, mengganti bahan-bahan atau bagian-bagian yang sudah using atau lapuk, menyempurnakan akustik ruangan belajar, menambah tempat ruang buang air, memperbaiki fasilitas mencuci tangan dan kaki dan pekerjaan-pekerjaan perbaikan lainnya yang bertalian dengan pelaksanaan inovsi.
c. Perencanaan tempat penyimpangan alat-alat
Dari segi pendidikan soal penyimpangan alat-alat kurang mendapat perhatian, baik dalam litelature tentang kontruksi bangunan sekolah maupun dalam rencana struktur bangunannya. Alat-alat langsung dipergunakan dalam pelajaran memerlukan fasilitas penyimpangan yang memadai dan praktis sehingga apabila sewaktu-waktu diperlukan dapat segera disediakan serta keamanannya cukup terpelihara. Alangkah baiknya jika tempat penyimpangan alat-alat ini direncanakan sebelum bangunan didirikan sehingga faktor estitikanya pun mendapat perhatian juga.
d. Mengatur dan memelihara ruang belajar
Sebagian besar waktu yang digunakan murid dan guru selama disekolah dipergunakan di ruang belajar. Guru seringkali memberikan pengawasan langsung terhadap pengaturan, dan pemeliharaan ruang belajar, namun mereka memerlukan bantuan dan dukungan dari kepala sekolah dan penjaga kebersihan agar ruang belajar senantiasa siap dipergunakan dan memperlancar proses belajar mengajar.
Kepala sekolah hendaknya melakukan observasi secara teratur dan kontinyu terhadap kondisi cahaya ruang belajar ini, dan segera mengadakan perbaikan bilamana terdapat kekurangan-kekurangan.di samping itu ruang belajar harus selalu diperbarui catnya, dan dianjurkan tiap tiga sampai lima tahun sekali. Seperti telah disinggung warna-warna yang dipergunakan di ruang belajar adalah warna yang memberikan pengaruh psikologis positif dalam proses belajar mengajar kepada guru-guru dan murid. Gunakanlah warna-warna yang mengembangkitkan semangat semangat belajar dan bekerja.Namun berpengaruh menenangkan dan memupuk perasaan estetika.
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dalam melakukan Perencanaan sarana dan prasarana pendidikan seorang kepala sekolah mempunyai peranan yang strategis dilakukan dengan berbagai prosedur atau tahapan. Rincian fungsi perencanaan mempertimbangkan suatu factor kebutuhan yang harus dipenuhi. Sehingga guru dapat memanfaatkan segala sarana yang ada di sekolah seoptimal mungkin dan dapat bertanggung jawab penuh terhadap keselamatan pemakaian sarana dan prasarana pengajaran yang ada, dan prasarana dikelas di mana dia mengajar. Sarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olahraga. Sedangkan prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari semua lapangan dan bangunan olahraga. Jadi, sarana prasarana olahraga adalah semua sumber daya pendukung olahraga yang meliputi semua lapangan dan bangunan olahraga beserta perlengkapannya untuk melaksanakan program kegiatan olahraga. Perencanaan merupakan tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum melakukan usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan perencanaan sarana dan prasarana olahraga adalah tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum membangun sarana dan prasarana olahraga.
B. Saran
1. Hendaknya perencanaan sarana dan prasarana harus di persiapkan dengan baik.
2. Guru dan sisiwa hendaknya bisa menjaga sarana dan prasarana dengan baik .
3. Guru harus merencana proses belajar mengajar dengan baik
4. Perencanaan ini sangat penting maka dari itu guru dan harus merancang dan merencanakan sarana dan prasarana dengan baik.
5. kepala sekolah hendaknya mempasilitasi program perencanaan sarana dan prasarana tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Sri Ambar Arum,Wahyu.2007. manajemen sarana dan prasarana pendidikan. Jakarta selatan : cv. MULTI KARYA MULIA
Dr.Wahyu Sri Ambar Arum,MA,Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan,Jakarta : MKM,2007.