Selasa, 14 Mei 2019

kelompok 10

Selasa, 14 Mei 2019

KELOMPOK 10 SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA

SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA
INCE NURLINDA | FARAWANSYAH | A EBIL FAUZI HAMDA | LA DITO LA UNTU | ANDRY J

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaiakan makalah ini sesuai yang diharapkan.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulallah SAW, yang telah membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang.
Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sarana dan Prasarana Olahraga Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Pembuatan makalah ini diperlukan supaya penulis dan pembaca dapat memahami dan mengkaji tentang Sarana dan Prasarana Olahraga berupa gedung olahraga.
Penulis sadar bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangan. Untuk itu penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi pengembangn makalah ini selanjutnya. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat.
                                                                                            Makassar, 26 Februari 2019

Penulis
                                                                          
i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.............................................................................................. i
Daftar Isi....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………..................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................................... 2
C. Tujuan……………………....................................................................... 2
C. Manfaat…………………......................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Gedung Olahraga………………………………………….....4
B. Standarisasi Gedung Olahraga Basket…………….…….……................ 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 9
BIODATA…………..................................................................................... 10






ii




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Gedung Olaharaga umumnya di sebut dengan ”Gelanggang”, merupakan sebuah wadah atau tempat yang dikhususkan untuk mewadahi sebuah kegiatan olahraga, biasanya istilah gelanggang dipakai untuk sebuah tempat untuk cabang olahraga. Seperti : Gelanggang Renang, Gelanggang Futsal dan Gelanggang basket, dapat juga sebagai tempat berkumpulnya sebuah kegiatan. Seperti : Gelanggang Remaja. Istilah gelanggang ini memiliki kesan luas, dan sering terjadinya suatu kegiatan. Gelanggang harus memiliki lebih dari sekedar penyediaan wadah saja, karena jika tidak memiliki fungsi tambahan lain yang dapat mendukung maka tidak bisa disebut gelanggang. Gelanggang seharusnya memiliki fasilitas atau penyediaan untuk memenuhi kegiatan lain yang mendukung atau berhubungan dengan fungsi utama bangunan, maka dari itu dinamakan sebuah gelanggang. Gelanggang lebih bersifat jamak atau menunjukan arti lebih dari satu, pengertian ini bersifat sebuah tempat yang menyediakan lebih dari satu kegiatan atau fungsi yang mengacu pada kegiatan utama. Gelanggang bersifat spesifik dan khusus, yaitu tidak menampung kegiatan diluar dari batasannya. Dan biasanya memiiki nama yang langsung menggunakan kata sesuatu fungsi kegiatan utama. Misalnya : Gelanggang tinju, hanya menampung kegiatan tinju saja dan menampung kegiatan yang lain yang berhubungan dengan tinju seperti, ruang tekniknya, ruang kesehatannya, dan bukan arena tinju saja. Gelanggang olahraga atau yang biasanya disebut dengan GOR, bahwa sifat GOR ini memiliki ciri tersendiri atau identik dengan bangunan yang memiliki bentang lebar. Salah satu gedung olahraga yang sering menjadi pusat perhatian adalah gedung olahraga basket. Tetapi terkadang masih banyak gedung olahraga basket yang belum memenuhi standarisasi, nasional maupun internasional. Terkait dengan hal tersebut perlu diperhatikan standarisasi terhadap gedung olahraga basket agar pertandingan berjalan aman dan nyaman.
B.     Rumusan  Masalah
Berdasarkan uraian di atas terdapat permasalahan yang perlu dikaji lebih lanjut yaitu :
1.    Apa pengertian gedung olahraga ?
2.    Bagaimanakah Standarisasi gedung olahraga basket ?
C.    Tujuan
Adapun tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini, yaitu sebagai berikut:
1.      Mengetahui pengertian gedung olahraga
2.      Mengetahui standarisasi gedung olahraga basket
D.    Manfaat
Secara subyektif adalah guna memenuhi persyaratan tugas makalah pada mata kuliah sarana dan prasarana dan selanjutnya menjadi acuan dalam proses belajar, selain itu diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan, baik bagi mahasiswa maupun bagi mahasiswa yang lain dan masyarakat umum yang membutuhkan agar mengetahui pengertian dari gedung olahraga dan standarisasi gedung olahraga basket.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Gedung Olahraga
Gedung Olaharaga merupakan sebuah wadah atau tempat yang dikhususkan untuk mewadahi sebuah kegiatan olahraga, biasanya istilah gelanggang dipakai untuk sebuah tempat untuk cabang olahraga. Gedung olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olahraga. Gedung olahraga memiliki sumber daya pendukung yang terdiri dari tempat olahraga dalam bentuk bangunan di atasnya dan batas fisik yang statusnya jelas dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk pelaksanaan program kegiatan olahraga.
Dengan adanya gedung olahraga dapat membuat siswa, mahasiswa maupun masyarakat dapat menerapkan hidup sehat dan dapat berprestasi.
B. Standarisasi Gedung Olahraga Basket
Saat ini permainan bola basket merupakan salah satu olah raga yang ditandingkan bahkan secara internasional seperti dalam turnamen terbesar seperti liga NBL atau Nasional Basket League. Memiliki peraturan permainan yang sama dan cara bermainnya juga sama, namun ternyata memiliki ukuran lapangan yang berbeda. Nah untuk itu kali ini akan dibahas mengenai ukuran lapangan basket standar internasional dan nasional, seperti berikut ini.
  • Ukuran lapangan basket internasional memiliki ukuran panjang kali lebar: 28 m x 15 m.
  • Ukuran lapangan basket nasional panjang x lebarnya: 28 m x 15 m.
  • Terdapat 3 buah lingkaran dalam lapangan bola basket dengan panjang yang sama antara lapangan standar internasional maupun nasional yaitu 1,8 m.
  • Memiliki papan pantul dengan ukuran atau jarak yang sama antara standar nasional maupun internasional yaitu bagian luar 1,8m x 1,2 m dan bagian dalam 0,59m x 0,45m.
  • Jarak lantai sampai ke papan pantul bawah yaitu 2,9 m sementara jarak antara papan pantul bawah ke ring bola basket adalah 0,15 m hal ini sama saja baik standar internasional maupun nasional, selin itu ring basket memiliki ukuran 0,40 m dengan jarak tiang penyangga ring sampai garis akhir yaitu 1 m.
  • Lapangan basket standar nasional dan internasional memiliki garis tengah dengan ukuran panjang x lebar yaitu 1,8 m x 0,05 m, panjang garis akhir wilayah serang 6 m dan garis tembakan hukuman 3,60 m.


Gambar Ukuran Lapangan Basket Standar Internasional dan Nasional

Ukuran Lapangan Basket.jpg
Ukuran Lapangan Basket (image : dikatama)
Ukuran lapangan Bola basket standar internasional dan nasional ini merupakan penambahan wawasan dan perluasan pengetahuan bagi anda yang masih bingung atau penasaran dengan beda atau samanya ukuran lapangan antara lapangan bola basket standar nasional dan standar internasional.



 BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olahraga. Sedangkan prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari semua lapangan dan bangunan olahraga. Jadi, sarana prasarana olahraga adalah semua sumber daya pendukung olahraga yang meliputi semua lapangan dan bangunan olahraga beserta perkengkapannya untuk melaksanakan program kegiatan olahraga.Perencanaan merupakan tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum melakukan usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan perencanaan sarana dan prasarana olahraga adalah tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum membangun sarana dan prasarana olahraga.





DAFTAR PUSTAKA
Suminggyo. Drs. 1973. Fasilitas Olahraga bola basket. Yogyakarta













BIODATA PENULIS

Ince Nurlinda, lahir di Maros pada tanggal 11 Juni 1998. Anak ke enam dari tujuh bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan di SDN 37 Panaiakang dan selesai pada tahun 2010 . Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke SMPN 26 SATAP Palantikang dan selesai pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan di SMA Negeri 1 Maros dan selesai pada tahun 2016. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan masih sedang menjalani pendidikan di Universitas tersebut.

Farawansyah, lahir di Bulukumba pada tanggal 27 Oktober 1999. Anak pertama dari 3 bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan di SD 148 BT dan selesai pada tahun 2010 . Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke SMPN 2 Bontotiro dan selesai pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan di SMA Negeri 4 Bulukumba dan selesai pada tahun 2016. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan masih sedang menjalani pendidikan di Universitas tersebut.



A Ebil Fauzi, lahir di Bulukumba pada tanggal 23 Oktober 1998. Anak pertama dari 2 bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan di SD 178 Bulukumba dan selesai pada tahun 2010 . Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke MTSN Bontotangnga dan selesai pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan di SMA Negeri 11 Bulukumba dan selesai pada tahun 2016. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan masih sedang menjalani pendidikan di Universitas tersebut.

La Dito La Untu, lahir di Maluku Utara pada tanggal 11 Juni 1996. Anak ke tiga dari empat bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan di SD Inpres Kasango dan selesai pada tahun 2010 . Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke SMPN 3 Taliabu dan selesai pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan di SMA Negeri 1 Taliabu dan selesai pada tahun 2016. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan masih sedang menjalani pendidikan di Universitas tersebut.



kelompok 8


KELOMPOK 8 SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA


  ARI WARDANA    ABIMAYU ASBUR
  CHAERUNNISA   ANDI SITI NURHALIZAH
AULIA NURUL KHAERA UMMAH




                                               


KATA PENGANTAR

            Puji syukur yang dalam penyusun sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat,karunia, dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaiakan makalah ini sesuai yang diharapkan.
            Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulallah SAW, yang telah membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang.
            Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sarana dan Prasarana Olahraga Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR. Pembuatan makalah ini diperlukan supaya penulis dan pembaca dapat memahami dan mengkaji tentang Sarana dan Prasarana Olahraga sepak bola.
            Penyusun sadar bahwa dirinya hanya manusia biasa yang pasti mempunyai kesalahan dan kekurangan. Untuk itu penyusun mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi pengembangn makalah ini selanjutnya. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat.






DAFTAR ISI

Kata Pengantar.....................................................................................................     i
Daftar Isi..............................................................................................................    ii
BAB I : Pendahuluan...........................................................................................    1
A.  Latar belakang.................................................................................................    1
B.  Rumusan Masalah...........................................................................................     1
C.  Tujuan.............................................................................................................     2
D.  Manfaat...........................................................................................................     2
BAB II :Pembahasan...........................................................................................     3
A. Sarana  sepak bola..........................................................................................     3
1. Bola.................................................................................................................     3
2. Kostum...........................................................................................................     4
B. Prasarana sepak bola.......................................................................................     6
1. Lapangan sepak bola.......................................................................................     6
2. Perlengkapan pertandingan sepak bola...........................................................     8
3. Fasilitas pemain...............................................................................................     9
4. Fasilitas pengelola pertandingan/perlombaan.................................................   11
5. Fasilitas media................................................................................................    12
6. Fasilitas pengelolaan stadion..........................................................................    12
7. Fasilitas pemeliharaan....................................................................................    13
8. Fasilitas penonton...........................................................................................    13
9. Fasilitas keamanan.........................................................................................    16
10. Fasilitas mekanikal dan elektrikal................................................................    16
11. Fasilitas komunikasi (display board)..........................................................     16
12. Fasilitas dan kontrol tiket otomatis.............................................................     17
13. Fasilitas pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran....................     17
BAB III: PENUTUP........................................................................................      17
A. Kesimpulan..................................................................................................      17
B. Saran............................................................................................................      17
Daftar Pustaka..................................................................................................      18
Biografi............................................................................................................      19


BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
            Sepak Bola merupakan Olahraga yang banyak digemari oleh sebagian besar masyarakat di dunia, karena sepak bola dalam perkembangannya sudah kian melengkapi diri sebagai suatu cabang olahraga, ilmu, bahkan juga seni. Dan peratuan demi peraturan semakin lengkap dengan seiring berkembangnya zaman, dan diharapkan peraturan yang ada di dalamnya dapat dimengerti dan dilaksanakan oleh insan sepak bola. Perkembangan sepak bola juga didukung oleh Sarana dan Prasarana itu sendiri yang sesuai dengan aturan-aturan yang sudah ditetapkan.
            Dalam rangka peneingkatan prestasi siswa cabang olahraga sepak bola , diperlukan sarana dan prasarana  yang memenuhi standar. Pada tahun 1991 telah diterbitkan keputusan bersama menteri pekerjaan umum Nomor: 483/KPTS/1991 dan Menteri Pemuda dan Olaharaga Nomor: 066/Menpora/1991 Tanggal 10 September 1991 tentang tata cara erencanaan tehknik bangunan prasarana olahraga. Namun dengan lahirnya Undang undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang sistem Keolahragaan Nasional dan peraturan pemerintah Nomor 16 tahun 2007 tentsng penyelenggaraan olahraga  maka perlu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan terhadap isi atau beberapa ketentuan dalam standar perencanaan bangunann prsarana olahraga tersebut.
            Sehubungan dengan hal tersebut maka kementerian pemuda dan olahraga bekerjasama dengan pemangku kepentingan bidang keolahrgaan untuk menyusun standar nasional pradarana olahraga standar nasional sepak bola.
B. Rumusan masalah
1. Bagaimana sarana dan prasarana sepak bola ?
2. Apa saja sarana prasarana sepak bola ?
3. Bagaimana standar sarana prasarana sepak bola ?
C. Tujuan
1. Untuk mengetahui sarana dan prasarana sepak bola
2. Untuk mengetahui apa saja sarana prasarana sepak bola
3. Untuk mengetahui standar sarana prasarana sepak bola ?
D. Manfaat
·         Bagi pembaca agar pembaca mengetahui segala macam sarana dan prasarana olahraga sepak bola sesuai yang dijelaskan dalam makalah ini
·         Bagi pembaca agar pembaca mengetahui standar sarana prasarana sepak bola
·         Bagi penulis agar makalah ini menjadi bahas pengoreksian diri sehingga nantinya pada saat menulis makalah yang lain dapat lebih bagus lagi.






BAB II
PEMBAHASAN

A. Sarana  sepak bola.
1. Bola
            Bola dalam sepak bola memiliki 3 ukuran, yaitu 3, 4, dan 5. Besar kecilnya bola disesuaikan dengan usia pemain. Bola resmi dibuat dari pola-pola segi lima berwarna putih dan hitam yang dijahit menjadi satu. Bola sepak dijual dengan berbagai merek, yang sering sama dengan merek sepatu dan pakaiannya. Bola sepak dibuat dari bahan kulit berkualitas tinggi, tetapi kebanyakan orang menggunakan bola yang dibuat dari bahan sintetis yang lebih murah. Bola sepak memiliki ukuran 3, 4, dan 5. Bola ukuran 5 digunakan untuk usia 12 ke atas. Bola ukuran 3 dan 4 lebih kecil dan lebih sesuai untuk pemain anak anak.
Spesifikasi Bola adalah :
 Berbentuk bundar atau bulat.
 Terbuat dari kulit atau bahan lain yang sesuai.
 Lingkaran tidak lebih dari 70 cn (28 inci) dan tidak kurang dari 68 cm (27 inci).
 Berat tidak lebih dari 450 gr dan tidak kurang dari 410 gr pada saat dimulainya  pertandingan.
 Tekanan udara dengan 0.6 sampai 1,1 atm (600-1100 gr/cm2) pada permukaan laut (8,5 lbs / sq inci sampai 15,6 lbs / sq inci)
Ukuran bola sepak bola Internasional:
1. Ukuran : 68-70 cm
2. Keliling : 100 cm
3. Berat : 410-450 gram
4. Lambungan : 1000 cm pada pantulan pertama
5. karet atau karet sintetis (buatan) atau kulit
2. Kostum
 Baju kaos atau kemeja olahraga.
 Celana pendek (jika memakai celana dalam penghangat, warnanya harus sama dengan warna celana pendek utama).
 Sepatu dan kaos kaki
            Sepatu sepak bola dirancang secara khusus untuk kondisi luar ruangan yang biasanya dialami di lapangan sepak bola. Sepatu seperti ini memberikan daya cengkeram dan kontrol yang tinggi dibandingkan dengan sepatu lari atau sepatu olahraga biasa. Kunci untuk sepatu sepak bola adalah pas di kaki.Kaus kaki hendaknya menutupi seluruh pelindung tulang kering.
 Pelindung tulang kering (seluruhnya terturup oleh kaos kaki, terbuat dari bahan yang sesuai, missal ; karet, plastik / bahan sejenisnya).
            Pelindung tulang kering wajib digunakan saat pertandingan dalam sebuah kompetisi dan sangat dianjurkan untuk semua pertandingan atau latihan untuk mencegah cedera. Model yang dianjurkan adalah yang memiliki perlindungan tulang kering dari arah depan, penyangga, dan pelindung pergelangan kaki, dengan tali pengikat Velcro. Model ini memberikan perlindungan maksimal pada daerah kaki yang rentan terhadap cedera. Model pelindung tulang kering lain memberikan perlindungan yang agak kurang tetapi menurut beberapa pemain, pelindung tersebut terasa lebih nyaman untuk mengontrol dan mengolah bola.
· Sarung tangan untuk penjaga gawang
            Sepasang sarung tangan khusus untuk penjaga gawang memberikan bantalan dan meningkatkan daya cengkeram.
Tips – tips untuk kelayakan permainan :
·         Kenakanlah kaus dan celana olahraga, serta kaus kaki sepak bola yang panjang.
·         Gunakan pelindung kaki (shinpad) pada kaki bagian bawah untuk melindungi benturan.
·         Kenakanlah sepatu sepak bola yang terbuat dari kulit yang lembut (sepatu harus benar – benar pas dan nyaman serta melindungi pergelangan kakimu).
B. Prasarana sepak bola
1. Lapanagan sepak bola
  
            Lapangan merupakan daerah berupa tanah lapang yang diberi tanda atau garis batas tertentu untuk keperluan permainan sepak bola.
a. Ukuran lapangan sepak bola
            Ukuran panjang dan lebar lapangan sepak bola yaitu 90 x 120 meter yang menjadi lapangan standar FIFA yang terbaru sekarang di tahun 2018 dan kemudian lebar lapangan sepak bola minimum 45 meter dan lebar lapangan sepak bola secara maksimum yaitu 90 meter.
Ukuran lapangan sepak bola:
1) Panjang lapangan : 90-120 m (100-110 m) 2)
2) Lebar : 45-90 m (64-75 m)
3) Jari-jari lingkaran tengah : 9,15 m
4) Daerah hukuman pinalti : 40,39 m x 16,5 m
5) Jarak titik tendangan hukuman dengan garis gawang : 11 m
b. Drainase lapangan sepak bola
            Sistem pembuangan air hujan dari lapangan tengah harus dirancang secara terintegrasi dengan saluran pembuangan dari lintasan atletik kemampuan peresapan air dipersyaratkan  minimal 0,77 mm per menit.
c. Rumput lapangan sepak bola
            Sesuai standar FIFA, rumput yang digunakan harus jenis rumput hijau yang lembut dan halus, yang dapat tumbuh sesuai iklim setempat dan kemudian rumput yang digunakan harus mempunyai akar kuat agar tahan dari sliding  dan aus pada tempat tempat tertentu.Rumput sintetik diperkenankan untuk rumput sintetis generasi ketiga yang mebdapatkan sertifikat FIFA bintang 1 atau bintang 2 dapat digunakan kompetesi FIFA. Landasan untuk rumput sintetik dapat terdiri dari agregat atau landasan aspal permeable yang harus disiapkan sesuai spesifikasi teknis standar pabrik rumput sintetik yang dipergunakan .
d. Penyiraman lapangan dan tangki air
            Untuk menjaga agar lapangan tetap alami maka harus dilakukan penyiraman dan pemeliharaan rumput secara teratur dengan  menggunakan air bersih. Apabila air bersih kurang memadai maka harus disediakan tangki dengan kpasitas 90 m3 yang dilengkapi dengan mesin pompa bertekanan sesui kebutuhan untuk alat penyiraman.
2. Perlengkapan pertandingan sepak bola
a. Gawang dan Jaring
            Sesuai dengan standar FIFA, gawang harus berbentuk persegi dan harus dari bahan yang kuat dan aman dengan tinggi 2,44 m dan lebar 7,32 dan harus berwarna putih agar mudah di lihat.
b. Bendera sudut
            Untuk fasilitas tendangan penjuru harus dipasang bendera sudut dengan tiang dan kontruksi yang terbut dari bahan yang lentur dan elastis, tidak mudah pata dan tidak membahyakan pemain.
c. Bangku pemain cadangan tim dan wasit
            Standar FIFA bngku yang disedikan dua tempat untuk bangku pemain cadangan masing masing berkapasitas 20 kursi individual untuk pemain cadangan dan ofisial. Dan kemudian untuk keempat wasit dan general coordinator terdapat minimal 2 sampai 4 kursi individual dan dianjurkan dilengkapi dengan meja
d. Papan iklan di lapangan
            Semua papan iklan yang berada dalam stadion  harus memiliki tinggi maksimal 1 meter apabila dipasang dikeliing lapangan harus diletakan minimal berjarak 4 meter diluar garis tepi lapangan dan kusus untuk di belakang gawang menimimal berjarak 5 meter dari garis tepi lapangan dan kemudian papan iklan tidak boleh menganggu sudut pandang penonton dan tidak boleh menimbulkan cahaya yang paling penting tidak membahayakan pemain.
3. Fasilitas pemain
a. Akses pemain /atlet dan oficial
            Untuk pemain dan official harus disediakan akses jalan masuk dan keluar yang dapat dicapai oleh kendaraan jenis bus sampai ke dalam stadion langsung menuju ruang atau zona privat yang aman dan terlindungi  dari ancaman verbal dan fisik, kerumunan umum dan pres/media . harus terdapat akses untuk mobil ambulan, petugas kemamanan, keselamatan, serta pemeliharaan
b. Terowongan teleskopis untuk sepak bola
            Terowongan teleskopis berfungsi sebagai alat keamanan pemain dan ofisial dari gangguan penonton menuju kelapangan.
c. Fasilitas penunjang khusus
            Fasilitas penunjang khusus untuk panitia pertandingan, ball boys, dan gudang
d. Ruang ganti pemain
            Ruang ganti pemain harus ditempatkan dibawah tribun VIP barat  dengan fasilitas sbb:
 Bangku
 Lemari dengan gantukan pakaian minimal 25 orang
 Shower mandi minimal 5 buah denagan air yang panas dan dingin
 2 buah closet duduk
 1 buah kulkas
 2 buah meja massage
 Sumber tenaga listrik “stop kontak daya”
 Lampu penerangan yang cukup
e. Ruang ganti wasit
            Ruang ganti pemain harus ditempatkan dibawah tribun VIP barat  dengan fasilitas sbb:
 Bangku
 Lemari locker minimal 4 locker dan 2 pertandingan yang berurutaan yang disediakan minimal 8 locker
 Shower mandi minimal 5 buah denagan air yang panas dan dingin
 2 buah closet duduk
 1 buah kulkas
 2 buah meja massage
 Sumber tenaga listrik “stop kontak daya”
 Lampu penerangan yang cukup dan sambungan internet
f. Ruang pengawas pertandingan
            Ruang pengawas pertandingan harus dapat mengakes lapangan maupun keluar stadion secara langsung
g. Ruang medis
            Ruang medis minimum  cukup unuk 5 smpai 8 orang petugas, minimum dilengkapi dengan:
 Fasilitas toilet
 Shower air panas dan dingin
 Ranjang pasien minimal 2 buah dilengkapi perngkat pertolongan pertama darurat yaitu tandu, oxigen, masker, dll
h. Ruang tes doping
            Ruangan tes doping berfungsi sebagai tempat tes pemain atau atlet yang menggunakan doping atau sejenis obatan terlarang lainnya.
i. Ruangan pemasan/peregangan untuk olahraga sepak bola
            Ruangan pemanasan indoor harus disediakan untuk para pemain untuk melakukan pemanasan menjelang kick off.
j. Ruangan latihan beban
            Rungan latihan beban biasaya dignakan para pemain untuk melakukan latihan dan luasnya minimal 320 m2
k. Ruangan rehat pemain ‘players lounge’
            Biasanya digunakan para pemain sepak bola untuk rehat ketika permainan setengah babak atau selesai pertandingan dan biasa juga digunakan pada saat latihan.
l. Nama ruang dan sistem tanda
            Sebagai penunjuk arah dan nama tempat lokasi atau ruangan dengan huruf yang jelas dan mudah dibaca didalam sekitaran stadion.
4. Fasilitas pengelola pertandingan/perlombaan
a. Fasilitas untuk ruangan pengelola pertandingan atau perlombaan yaitu :

 Ruangan manejer
 Ruang secretariat
 Ruang pengawas pertandingan
 Ruang wasit
 Ruang serbaguna atau ruang rapat
 Gudang perlengkapan
b. Fasilitas khusus untuk pertandingan sepak bola
 Ruang ganti untuk anak gawang
 Ruang serbaguna untuk panitia atau sponsor
5. Fasilitas media
a. Ruang kerja wartawan ‘media center’
            Ruangan wartawan minimal dilengkapi dengan fasilitas ,meja dam kursi kerja dan harus mempunyai akses langsung ke tribun,lapangan untuk fotografer, dan konfrensi pers.
b. Ruang konprensi pres
c. Tribun wartawan
d. Ruang komentator
e. Panggung kamera
f. Tempat fotografer dilapangan
g. Mixed zone
h. Ruang produksi
i. Tempat sarana tehknik
6. Fasilitas pengelolaan stadion
a. Ruangan kontrol
            Pada sebuah stadion harus disediakan satu atau lebih ruangan control yang dapat melihat secara luas kearah prtandingan atau kearah tribun penonton
b. Ruang ME atau Mekanikal Engineering
 Ruang trafo
 Ruang panel
 Ruang pompa
 Ruang genset
7. Fasilitas pemeliharaan
a. Gudang

 Gudang peralatan
 Gudang pemeliharaan
 Gudang grass cover
b. Ruang fungsional
 Ruang latihan olahraga indoor
 Kantor kegiatan olahraga
 Kantin
 Sports shop
8. Fasilitas penonton
a.       Pandangan penonton
·         Pandangan penonton dari setiap sudut tribun harus dapat melihat secara leluasa ke seluruh arena pertandingan, maka tata letak (lay out) dan sudut serta dimensi tribun harus di tentukan menurut hasil analisa persyaratan garis pandang.
·         Sudut kemiringan (kecuraman) undakan tribun harus menjamin perbedaan tinggi minimal 12 cm agar penonton yang ada di urutan belakang dapat melihat secara bebas ke titik terjauh dan terdekat dari arena permainan tanpa terhalang penonton dibarisan depannya.
b.      Pengaturan Tempat Duduk Penonton
            Pengaturan tempat duduk penonton d tribun harus memenuhi ketentuan berikut:
·         Daerah penonton harus dibagi dalam kelompok yang masing-masing menampung penonton minimal 2.000 orang, maksimal 3.000 orang
·         Antara dua kelompok yang bersebelahan harus dipisahkan dengan pagar permanen transparan setinggi minimal 1,2 m, maksimal 2,0m, dan tidak boleh mengganggu pandangan
·         Antara dua gang maksimal 48 tempat duduk
·         Antara gang dengan dinding atau pagar maksimal 24 tempat duduk
·         Antara gang dengan gang utama maksimal 72 tempat duduk
·         Harus dihindarkan terbentuknya perempatan
·         Kapasitas harus disesuaikan dengan daya tampung penonton dalam 1 sekktor/kelompok
·         Garis pandangan seorang penonton tidak boleh terhalang pandangan oleh penonton didepannya di tentukan 12 cm
·         Untuk mendapatkan garis pandangan yang bebas, perencana harus melakukan analisa sudut pandang. Sudut dasar tribun dapat dibuat dalam 2 atau lebih dengan sudut yang lebih besar yang didasarkan pada perhitungan injakan dan tanjakan yang digunakan, dan
c.       Tribun bertingkat
            Untuk menampung penonton dala jumlah yang besar dan menjamin penonton yang ada ditibun dapat memandang keseluruh arena permainan yang dilengkapi dengan tempat duduk penonton.
d.      Atap stadion
            Stadion harus dilengkapi dengan atap agar dapat melindungi penonton dari panas matahari dan hujan
e.       Kursi VIP
            Kursi ini dikususkan dengan bentuk bahan yang mempuanyai kualitas tinggi dan arah untuk melihat pertandingan begitu berkualitas dan memuaskan para penonton
f.       Fasilitas makanan dan minuman
            Biasa fasilitas ini seperti kios dan makanan dan minuman yang dijual hanya terbatas
g.      Toilet khusus untuk  para penonton
h.      Fasilitas difabel
            Fasilitas kusus untuk difabel dalam stadion harus disediakan baik untuk pemain atlet map,apun untuk penonton.
i.        Fasilitas ibadah
            Disarankan untuk stadion agar menyediakan tempat ibadah dan harus dilengkapi dengan fasilitas untuk ibadah


9. Fasilitas keamanan
a. Pos polisi dilengkapi dengan polisi yang ditugaskan untuk mengamnkan pertandingan
b. CCTV
            Harus juga dilengkapi dengan kamera cctv ditempat tempat strategis baik didalm maupun diluar stadion untuk kegiatan monitoring atau pengwasan pengamanan penonton dan stadion
10. Fasilitas mekanikal dan elektrikal
a. Tata cahaya
            Stadion harus mempunyai tata cahaya dengan standar 1.200 lux untuk kegiatan arena utama.
b. Jenis lampu
            Jenis lampu yang biasanya digunakan yaitu penerangan asimetrik
c. Tata suara (sound system) dan PA (public address)
            System tata suara minimal berkekuatan 75 db agar dapat berfungsi dengan jelas si seluruh stadion untuk pengunguman, hasil pertandinga, atau musik.
d. Tata udara
            Didalam stadion ditentukan pertukanran udara minimal 25-30 m3 per-jam dan kebutuhan tersebut dapat dibantu dengan instalasi tata udara mekanis AC yang umumnya lebih sesuai untuk iklim tropis, panas dan kelembaban tinggi.
11. Fasilitas komunikasi (display board)
            Stadion harus mempunyai perangkat elektronik untk berkomunikasi dengan penonton secara memadai seperti pencatatan hasil pertandingan, skor angka, termasuk pengunguman yang dapat disajikan secara gambar atau tulisan.
            Stadion harus mempunyai papan elektronik yang tepat atau videowall yang menjadi acuan standar bagi semua stadion modern, posisi untk videowall idealnya berada dibelakang gawang yang berjumlah 2 buah  dengan ketentuan dapat terbaca dari jarak minimal 120-250 m, resolusi gambar minimal 1024 x 840 pixel pitch antara 10-30 mm dengan display area minimal 60 m2  atau yang sesuai dengan perkembangan teknologi.
12. Fasilitas dan kontrol tiket otomatis
            Perlu dilakukan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat luas tentang system pembelian tiket melalui pemesanan dengan nomor empat duduk dan pada saatnya hharus disiplin. System penjualan tiket diutamakan ddengan metode pra-event melalui internet agen atau distributor sehinggga seluruh jumlah penjualan tiket dapat dimonitor dan diketahui panitia pertandingan jauh sebelum pertandingan dilakukan.
13. Fasilitas pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran.            Pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran harus memenuhi dengan mengacu pada ketentuan-ketentuan Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai berikut:
 SNI tentang tata cara perencanaan struktur bangunan untuk pencegahan bahaya kebakaran rumah dan gedung
 SKBI panduan pemasangan pemadan api ringan untuk pencegahan bahaya kebakaran pada bangunan rumah dan gedung.

BAB III
PENUTUP

A. KESIMPULAN
            Standar stadion sepakbola ini disusun untuk memenuhi amanat dari undang-undang Nomor 3 Tahun 2005 tentaang system keolahragaan nasional dan peraturan pemerintah nomor 16 tahun 2007 tentang penyelenggaraan keolahragaan . standar ini diharapakn untuk memenuhi kebutuhan perlunya suatu acuan untuk perencanaan teknis bangunan stadion.
            Pada dasarnya standar stadion sepak bola ini merupakan penyerpurna terhadap standar perencanaan bangunan sarana dan prasaran olahraga yang disahkan oleh Menteri Pemuda dan Olahraga dan Menteri Pekerjaan umum pada tahun 1991.
B. SARAN
            Standar stadion sepak bola ini  diharapkan dapat digunakan sebagai pedoman dalam rangka pengadaan sarana dan prasaran olahraga guna untuk peningkatan pelanyanan keolahragaan terhadap kebutuhan untuk masa kini dan masa yang akan datang
            Dengan pembuatan makalah sarana dan prasarana ini diharapkan mampu bermanfaat untuk dapat menjadi dorongan  dan motivasi vasi sekolah atau lembaga yang belum memiliki sarana dan prasarana yang memadai, diharapkan pemerintah lebih memperhatikan sarana dan prasarana disetiap bidang,terutama dalam bidang pendidikan

DAFTAR PUSTAKA

·         Buku Standar Nasional Stadion Atletik dan Sepak Bola






Biografi

                                                Abimayu Asbur, Anak pertama dari tiga bersaudara.
                                                Lahir di  Barembeng, 19 Agustus 1998. Laki – laki
                                                sederahana yang sering disapa bayu. Mengagumi
                                                sosok proklamator bangsa kita adalah Ir. Soekarno.
                                                Tertarik pada olahraga sepak bola dan serta senang
                                                menghabiskan waktu dilapangan hijau. Riwayat 
                                                pendidikan di SDN Barembeng II pada tahun 2004 – 2010, SMP PGRI Barembeng pada tahun 2010 – 2013, SMA 13 Gowa 2013 – 2016 dan melanjutkan study di Universitas Negeri Makassar (UNM) Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi.

                                                Aulia Nurul Khaera Ummah, Anak pertama dari 4
                                                bersaudara.Lahir di Malino 02 Maret 1999.
                                                Perempuan yang hidup sederhana dan gemar
                                                olahraga pencak silat. Riwayat pendidikan SD di
                                                SDN 02 Malino pada tahun 2004 – 2010, SMP di
                                                MTs. Muhammadiyah Malino pada tahun 2010 –
.
2013,  SMA di MA. Muhammadiyah Datarang pada tahun 2013 – 2016 dan melanjutkan study di Universitas Negeri Makassar Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi
                                                Andi Siti Nurhalizah, Anak pertama dari 3
                                                bersaudara.      Lahir di Ujung Pandang, 26 Agustus
                                                1998. Riwayat             pendidikan SD di SD IT
                                                Wihdatul Ummah pada tahun 2004 – 2010 SMP di
                                                MTsN Model Makassar pada tahun 2010 –  2013
                                                SMA di  MAN 2 Model Makassar pada tahun 2013 
                                                – 2016 dan melanjutkan study di Universitas Negeri Makassar Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi


                                                            Ari Wardana, Lahir di Tenro, Selayar 18
                                                            Februari 1998. Anak kedua dari empat
                                                            bersaudara. Anak dari pasangan Bapak Muh.
                                                            Jufri dan Ibu Ratu Alang. Riwayat
                                                            pendidikan SD di SDN Tenro pada tahun
                                                            2004 – 2010, SMP di MTsN 1
Bontomate’ne pada tahun 2010 – 2013, SMU di SMKN 1 Bontomanai Selayar pada tahun 2013 – 2016 dan melanjutkan study di Universitas Negeri Makassar Fakultas Ilmu Keolahragaan Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi

                                                            Chaerunnisa, Lahir di Makassar 10 Juni
                                                            1997. Anak  Pertama dari dua bersaudara.
                                                            Hobi bermain basket. Riwayat Pendidikan
                                                            SD Negeri       Gunung Sari 1 Makassar, 
                                                            SMP Negeri 21 Makassar, SMA Negeri 11
                                                            Makassar, dan melanjutkan pendidikan di
                                                            Universitas NegeriMakassar Fakultas Ilmu
.