Selasa, 14 Mei 2019

kelompok 10

Selasa, 14 Mei 2019

KELOMPOK 10 SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA

SARANA DAN PRASARANA OLAHRAGA
INCE NURLINDA | FARAWANSYAH | A EBIL FAUZI HAMDA | LA DITO LA UNTU | ANDRY J

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis sampaikan kehadirat Allah SWT, karena atas limpahan rahmat, karunia, dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaiakan makalah ini sesuai yang diharapkan.
Shalawat serta salam semoga selalu tercurahkan kepada Rasulallah SAW, yang telah membawa kita dari jalan kegelapan menuju jalan yang terang benderang.
Makalah ini kami susun untuk memenuhi tugas mata kuliah Sarana dan Prasarana Olahraga Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. Pembuatan makalah ini diperlukan supaya penulis dan pembaca dapat memahami dan mengkaji tentang Sarana dan Prasarana Olahraga berupa gedung olahraga.
Penulis sadar bahwa dalam penulisan makalah ini terdapat kekurangan. Untuk itu penulis mengharap kritik dan saran yang bersifat membangun demi pengembangn makalah ini selanjutnya. Demikian makalah ini kami buat semoga bermanfaat.
                                                                                            Makassar, 26 Februari 2019

Penulis
                                                                          
i
DAFTAR ISI

Kata Pengantar.............................................................................................. i
Daftar Isi....................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang……………..................................................................... 1
B. Rumusan Masalah.................................................................................... 2
C. Tujuan……………………....................................................................... 2
C. Manfaat…………………......................................................................... 3
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Gedung Olahraga………………………………………….....4
B. Standarisasi Gedung Olahraga Basket…………….…….……................ 4
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan................................................................................................ 8
DAFTAR PUSTAKA.................................................................................... 9
BIODATA…………..................................................................................... 10






ii




BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Gedung Olaharaga umumnya di sebut dengan ”Gelanggang”, merupakan sebuah wadah atau tempat yang dikhususkan untuk mewadahi sebuah kegiatan olahraga, biasanya istilah gelanggang dipakai untuk sebuah tempat untuk cabang olahraga. Seperti : Gelanggang Renang, Gelanggang Futsal dan Gelanggang basket, dapat juga sebagai tempat berkumpulnya sebuah kegiatan. Seperti : Gelanggang Remaja. Istilah gelanggang ini memiliki kesan luas, dan sering terjadinya suatu kegiatan. Gelanggang harus memiliki lebih dari sekedar penyediaan wadah saja, karena jika tidak memiliki fungsi tambahan lain yang dapat mendukung maka tidak bisa disebut gelanggang. Gelanggang seharusnya memiliki fasilitas atau penyediaan untuk memenuhi kegiatan lain yang mendukung atau berhubungan dengan fungsi utama bangunan, maka dari itu dinamakan sebuah gelanggang. Gelanggang lebih bersifat jamak atau menunjukan arti lebih dari satu, pengertian ini bersifat sebuah tempat yang menyediakan lebih dari satu kegiatan atau fungsi yang mengacu pada kegiatan utama. Gelanggang bersifat spesifik dan khusus, yaitu tidak menampung kegiatan diluar dari batasannya. Dan biasanya memiiki nama yang langsung menggunakan kata sesuatu fungsi kegiatan utama. Misalnya : Gelanggang tinju, hanya menampung kegiatan tinju saja dan menampung kegiatan yang lain yang berhubungan dengan tinju seperti, ruang tekniknya, ruang kesehatannya, dan bukan arena tinju saja. Gelanggang olahraga atau yang biasanya disebut dengan GOR, bahwa sifat GOR ini memiliki ciri tersendiri atau identik dengan bangunan yang memiliki bentang lebar. Salah satu gedung olahraga yang sering menjadi pusat perhatian adalah gedung olahraga basket. Tetapi terkadang masih banyak gedung olahraga basket yang belum memenuhi standarisasi, nasional maupun internasional. Terkait dengan hal tersebut perlu diperhatikan standarisasi terhadap gedung olahraga basket agar pertandingan berjalan aman dan nyaman.
B.     Rumusan  Masalah
Berdasarkan uraian di atas terdapat permasalahan yang perlu dikaji lebih lanjut yaitu :
1.    Apa pengertian gedung olahraga ?
2.    Bagaimanakah Standarisasi gedung olahraga basket ?
C.    Tujuan
Adapun tujuan-tujuan yang ingin dicapai dalam pembuatan makalah ini, yaitu sebagai berikut:
1.      Mengetahui pengertian gedung olahraga
2.      Mengetahui standarisasi gedung olahraga basket
D.    Manfaat
Secara subyektif adalah guna memenuhi persyaratan tugas makalah pada mata kuliah sarana dan prasarana dan selanjutnya menjadi acuan dalam proses belajar, selain itu diharapkan dapat bermanfaat sebagai tambahan pengetahuan dan wawasan, baik bagi mahasiswa maupun bagi mahasiswa yang lain dan masyarakat umum yang membutuhkan agar mengetahui pengertian dari gedung olahraga dan standarisasi gedung olahraga basket.




BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Gedung Olahraga
Gedung Olaharaga merupakan sebuah wadah atau tempat yang dikhususkan untuk mewadahi sebuah kegiatan olahraga, biasanya istilah gelanggang dipakai untuk sebuah tempat untuk cabang olahraga. Gedung olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olahraga. Gedung olahraga memiliki sumber daya pendukung yang terdiri dari tempat olahraga dalam bentuk bangunan di atasnya dan batas fisik yang statusnya jelas dan memenuhi persyaratan yang ditetapkan untuk pelaksanaan program kegiatan olahraga.
Dengan adanya gedung olahraga dapat membuat siswa, mahasiswa maupun masyarakat dapat menerapkan hidup sehat dan dapat berprestasi.
B. Standarisasi Gedung Olahraga Basket
Saat ini permainan bola basket merupakan salah satu olah raga yang ditandingkan bahkan secara internasional seperti dalam turnamen terbesar seperti liga NBL atau Nasional Basket League. Memiliki peraturan permainan yang sama dan cara bermainnya juga sama, namun ternyata memiliki ukuran lapangan yang berbeda. Nah untuk itu kali ini akan dibahas mengenai ukuran lapangan basket standar internasional dan nasional, seperti berikut ini.
  • Ukuran lapangan basket internasional memiliki ukuran panjang kali lebar: 28 m x 15 m.
  • Ukuran lapangan basket nasional panjang x lebarnya: 28 m x 15 m.
  • Terdapat 3 buah lingkaran dalam lapangan bola basket dengan panjang yang sama antara lapangan standar internasional maupun nasional yaitu 1,8 m.
  • Memiliki papan pantul dengan ukuran atau jarak yang sama antara standar nasional maupun internasional yaitu bagian luar 1,8m x 1,2 m dan bagian dalam 0,59m x 0,45m.
  • Jarak lantai sampai ke papan pantul bawah yaitu 2,9 m sementara jarak antara papan pantul bawah ke ring bola basket adalah 0,15 m hal ini sama saja baik standar internasional maupun nasional, selin itu ring basket memiliki ukuran 0,40 m dengan jarak tiang penyangga ring sampai garis akhir yaitu 1 m.
  • Lapangan basket standar nasional dan internasional memiliki garis tengah dengan ukuran panjang x lebar yaitu 1,8 m x 0,05 m, panjang garis akhir wilayah serang 6 m dan garis tembakan hukuman 3,60 m.


Gambar Ukuran Lapangan Basket Standar Internasional dan Nasional

Ukuran Lapangan Basket.jpg
Ukuran Lapangan Basket (image : dikatama)
Ukuran lapangan Bola basket standar internasional dan nasional ini merupakan penambahan wawasan dan perluasan pengetahuan bagi anda yang masih bingung atau penasaran dengan beda atau samanya ukuran lapangan antara lapangan bola basket standar nasional dan standar internasional.



 BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Sarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari segala bentuk dan jenis peralatan serta perlengkapan yang digunakan dalam kegiatan olahraga. Sedangkan prasarana olahraga adalah sumber daya pendukung yang terdiri dari semua lapangan dan bangunan olahraga. Jadi, sarana prasarana olahraga adalah semua sumber daya pendukung olahraga yang meliputi semua lapangan dan bangunan olahraga beserta perkengkapannya untuk melaksanakan program kegiatan olahraga.Perencanaan merupakan tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum melakukan usaha untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan perencanaan sarana dan prasarana olahraga adalah tindakan yang teratur dengan didasari pemikiran yang cermat sebelum membangun sarana dan prasarana olahraga.





DAFTAR PUSTAKA
Suminggyo. Drs. 1973. Fasilitas Olahraga bola basket. Yogyakarta













BIODATA PENULIS

Ince Nurlinda, lahir di Maros pada tanggal 11 Juni 1998. Anak ke enam dari tujuh bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan di SDN 37 Panaiakang dan selesai pada tahun 2010 . Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke SMPN 26 SATAP Palantikang dan selesai pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan di SMA Negeri 1 Maros dan selesai pada tahun 2016. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan masih sedang menjalani pendidikan di Universitas tersebut.

Farawansyah, lahir di Bulukumba pada tanggal 27 Oktober 1999. Anak pertama dari 3 bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan di SD 148 BT dan selesai pada tahun 2010 . Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke SMPN 2 Bontotiro dan selesai pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan di SMA Negeri 4 Bulukumba dan selesai pada tahun 2016. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan masih sedang menjalani pendidikan di Universitas tersebut.



A Ebil Fauzi, lahir di Bulukumba pada tanggal 23 Oktober 1998. Anak pertama dari 2 bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan di SD 178 Bulukumba dan selesai pada tahun 2010 . Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke MTSN Bontotangnga dan selesai pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan di SMA Negeri 11 Bulukumba dan selesai pada tahun 2016. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan masih sedang menjalani pendidikan di Universitas tersebut.

La Dito La Untu, lahir di Maluku Utara pada tanggal 11 Juni 1996. Anak ke tiga dari empat bersaudara. Penulis menyelesaikan pendidikan di SD Inpres Kasango dan selesai pada tahun 2010 . Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke SMPN 3 Taliabu dan selesai pada tahun 2013. Kemudian melanjutkan di SMA Negeri 1 Taliabu dan selesai pada tahun 2016. Pada tahun itu juga penulis melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi Universitas Negeri Makassar dan masih sedang menjalani pendidikan di Universitas tersebut.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar